Home » kumpulan soal sbmptn » soal yang keluar dalam sbmptn 2013

soal yang keluar dalam sbmptn 2013

Posted at September 26th, 2013
Product Description : soal yang keluar dalam sbmptn 2013

barisan yang sering keluar dalam soal SBMPTN:

1. Barisan larik.

Barisan ini terdiri dari larik-larik atau subderet yang memiliki pola konsisten untuk setiap suku pada masing-masing larik. Suku berikutnya bisa diperoleh dengan selalu mengoperasikan suku sebelumnya dengan bilangan yang sama, bisa dijumlahkan, dikurangi, dikalikan atau dibagi bilangan yang sama.

Contoh: 1, 4, 2, 6, 3, 8, 4, 10, dst adalah barisan 2 larik.

Terlihat barisan tersebut bisa kita pecah menjadi 2 subderet, atau 2 larik, yaitu:
1, … ,2, … ,3,  … ,4, … , dst dengan pola perubahan selalu ditambah dengan 1.
… ,4, … ,6, … ,8, … ,10, … , dst dengan pola perubahan selalu ditambah 2.

2. Barisan bertingkat.

Barisan ini sudah adik-adik pelajari saat kelas IX SMP.
Barisan bertingkat adalah salah satu jenis barisan Aritmetika khusus dimana beda atau selisih antar suku barisan sebenarnya tidak tetap. Akan tetapi selisih atau beda didapatkan dengan mencari pola pada barisan yang dibentuk dari beda atau selisih barisan di atasnya.

Contoh:
9, 12, 17, 24, 33, 44, dst

Beda barisan tersebut adalah: +3, +5, +7, +9, +11, dst
Nah ternyata beda pada barisan tersebut juga memiliki pola barisan lagi.
Misal selisih-selisih barisan tersebut jadikan barisan baru, maka akan menjadi 3, 5, 7, 9, 11, dst. Jadi bedanya tetap adalah 2. Beda tetap ini didapatkan pada tingkat kedua. Jadi barisan tersebut dinamakan barisan aritmetika bertingkat 2.

Secara simpel dan sederhana barisan bertingkat ini selisihnya juga ikut berubah dengan mengoperasikannya dengan sebuah bilangan tetap. Bisa selisihnya selalu bertambah, berkurang, atau dikalikan dengan sebuah bilangan tetap.

Jadi barisan tersebut bedanya selalu bertambah 2, yaitu +3, menjadi +7, menjadi +9, dst.

3. Barisan Fibonacci.

Barisan ini adalah barisan yang nilai sukunya adalah jumlah dari dua suku sebelumnya. Suku pertama dan kedua adalah nilai awal untuk barisan Fibonacci.

Contoh:
1, 4, 5, 9, 14, 23, dst.

Dimana,
1+4=5
4+5=9
5+9=14
9+14=23
dst…

4. Barisan Kombinasi.

Barisan ini adalah kombinasi dari ketiga barisan yang telah disebut di atas.
Oh iya, untuk diingat bahwa pola bilangan bisa berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, akar, kuadrat, ataupun gabungan dari operasi bilangan tersebut.

jual-buku-stan-2014

Untuk membeli buku ini kamu bisa langsung buka web www.bukustan.com

atau klik Gambar dibawah ini

bukustanOK
Tags »

Write your comment about soal yang keluar dalam sbmptn 2013


Related post to soal yang keluar dalam sbmptn 2013

Tips Menjawab Soal Test Potensi Akademik (TPA)

Tips Menjawab Soal Test Potensi Akademik (TPA)

barisan yang sering keluar dalam soal SBMPTN: 1. Barisan larik. Barisan ini terdiri dari larik-larik atau subderet yang memiliki pola konsisten untuk setiap suku pada masing-masing larik. Suku berikutnya... more detail
Cara dan Trik Mengerjakan Soal-soal SBMPTN

Cara dan Trik Mengerjakan Soal-soal SBMPTN

barisan yang sering keluar dalam soal SBMPTN: 1. Barisan larik. Barisan ini terdiri dari larik-larik atau subderet yang memiliki pola konsisten untuk setiap suku pada masing-masing larik. Suku berikutnya... more detail
Contoh soal test potensi akademik

Contoh soal test potensi akademik

barisan yang sering keluar dalam soal SBMPTN: 1. Barisan larik. Barisan ini terdiri dari larik-larik atau subderet yang memiliki pola konsisten untuk setiap suku pada masing-masing larik. Suku berikutnya... more detail
Prediksi Soal Bahasa Inggris SBMPTN

Prediksi Soal Bahasa Inggris SBMPTN

barisan yang sering keluar dalam soal SBMPTN: 1. Barisan larik. Barisan ini terdiri dari larik-larik atau subderet yang memiliki pola konsisten untuk setiap suku pada masing-masing larik. Suku berikutnya... more detail
Contoh Soal SBMPTN

Contoh Soal SBMPTN

barisan yang sering keluar dalam soal SBMPTN: 1. Barisan larik. Barisan ini terdiri dari larik-larik atau subderet yang memiliki pola konsisten untuk setiap suku pada masing-masing larik. Suku berikutnya... more detail